PSIKOLOGI AGAMA
Agama di Negara indonesia Menempati Urutan yang Tertinggi Dalam Tatanan Nilai - Nilai (Sila Pertama dalam Pancasila Yang berbunyi Ketuhanan Yang Maha Esa),Karena Agama Hampir Selalu Merupakan acuan utama dalam hampir setiap perilaku, baik individu, maupun kelompok dalam setiap satuan etnik budaya, kelompok dan keluarga.
Begitu tingginya Penempatan Agama Dalam Tata Nilai Masyrakat Indonesia Sehingga Seakan akan segala sesuatu akan di terselesaikan dengan agama (Indonesia tidak akan Ketularan AIDS Karena Kita adalah Masyarakat Pancasila Yang menjungjung tinggi Agama ) demikan ucapan salah seorang tokoh nasional ketika Aids Menjadi isu di Indonesia Pada Tahun 1980an dan Jika ada suatu hal yang tidak dikehendaki (kriminalitas,pelacur,perkelahian pelajar/tawuran,kenakalan remaja), cepat sekali orang menuding kurangnya iman keagamaan sebagai biang Keladinya.
Contoh Ketidak Konsistenan agama dan perilaku :
- Peghapusan berbagai lokalisasi (karena di anggap tidak sesuai dengan agama),ternyata tidak menghilangkan pelacuran itu sendiri (bahkan menyuburkan pelacuran terselubung yang sulit di awasi dan di kendalikan)
- Hampir semua pelaku penipuan dalam penyelenggaraan haji adalah orang orang yang sudah bergelar Haji
- Pendidikan agama adalah mata pelajaran wajib dalm kurikulum sekolah di indonesia, tetapi korupsi, kolusi,kriminalitas,perselingkuhan,dan sebagainya berjalan terus sampai sekarang,
Ada Beberapa penelitian yang menunjukan agama dapat berperan terhadap perilaku :
- Di swedia, keyakinan dan praktik beragama (kristen)Berkorelasi denga kriminalitas dengan kekerasan, pelanggaran keamanan dan ketertiban masyarakat dan alkoholisme(Petterson,1991)
- Di Australia, Pemeluk agama timur (yang mereka namakan paranormal )yang percaya pada kehidupan di akhirat ternayata lebih konservatif, lebih puritan, Anti hedonisme dan lebih militan punitif (cenderung tegas dalam menjalankan sanksi kepada yang melanggar)(Thalborner)
Jadi di sinih lah di perlukannya psikologi, ilmu yang mempelajari perilaku,jadi hubungan antara agama dan perilaku /psikologi,menjelaskan apa yang sesungguhnya terjadi dalam hubungan antara kedua hal itu dan bagaimanah dalam mengupayakan agar agama dapat menimbulkan perilaku yang positif seperti pelestarian lingkungan, perlingungan hak asasi manusia dan pengurangan kemiskinan dan mencegah perilaku negatif seperti kejatan, kekerasan,peyelewengan(korupsi) dan terorisme.
Sarwono,sarlito wirawan.Psikologi : psikologi kelompok dan psikologi terapan/Sarlito Wirawan sarwono- cetakan ke 3 -jakarta : balai pustaka 2005







0 comments:
Post a Comment